Category Archives: Entrepreneur

Entrepreneurship, meliputi Salon dan SPA manajemen, Asset dan Investasi, Reporting

Wirausaha/ Entrepreneur

Kewirausahaan dapat diartikan sebagai sikap, nilai dan kemampuan untuk mencari, melihat dan memanfaatkan peluang, menciptakan sesuatu yang baru dengan menggunakan sumber daya untuk memberikan balas jasa dan memperoleh keuntungan.

Bisnis salon rumahan merupakan salah satu bisnis usaha yang tergolong jenis usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Dimana usaha kecil adalah usaha yang pemiliknya mempunyai jalur komunikasi langsung dengan kegiatan operasi dan juga dengan sebagian besar tenaga kerja yang ada dalam kegiatan usaha tersebut. Biasanya hanya mempekerjakan tidak lebih dari limapuluh orang.

Usaha kecil memiliki ciri-ciri :

  • Manajemen tergantung pemilik.
  • Modal disediakan oleh pemilik sendiri.
  • Skala usaha dan jumlah modal relatif kecil.
  • Daerah operasi usaha bersifat local.
  • Sumberdaya manusia yang terlibat terbatas.
  • Biasanya berhubungan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.
  • Karyawan ada hubungan kekerabatan emosional.
  • Mayoritas karyawan berasal dari kalangan yang tidak mampu secara ekonomis.

Terdapat berbagai alasan yang melatarbelakangi masyarakat, sehingga tertarik untuk menjalankan bisnis usaha kecil. Alasan tersebut di antaranya adalah :

  • Banyak orang yang terlibat dalam usaha kecil.
  • Usaha-usaha kecil menghasilkan kelompok “senasib”, yang bisa sangat vokal dan besar, sehingga secara politis tidak mungkin diabaikan.
  • Usaha kecil menawarkan banyak kesempatan kerja.
  • Usaha kecil mengurangi kemiskinan dan memiliki sumbangan terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Keberhasilan menjalankan usaha kecil paling tidak ditentukan oleh 2 (dua) faktor, yakni pengetahuan usaha dan keterampilan usaha, dimana :

A. Pengetahuan Usaha :

Seorang individu yang berpikir tentang kewirausahaan perlu mengembangkan beberapa bidang pengetahuan bisnis. Pengetahuan adalah pemahaman tentang sebuah subyek yang diperoleh melalui pengalaman atau melalui pembelajaran dan studi. Pengetahuan dapat diperoleh dengan cara-cara berikut ini :

  1. Belajar tentang komunitas. Seperti apa masyarakat yang tinggal didalamnya, usia, menikah atau lajang, jumlah anggota keluarga mereka, dan tingkat pendapatan mereka.
  2. Mengetahui apa yang sedang terjadi. Gaya busana terkini, makanan, layanan yang banyak dicari, jenis olahraga yang sedang populer. Pada dasarnya, seorang wirausaha selalu ingin mengetahui apa yang baru dan berbeda.
  3. Pendidikan. Masing-masing mata pelajaran yang dipelajari di sekolah akan menjadi bekal7penting bagi kelak ketika seseorang menjadi seorang wirausaha, termasuk matematika, sejarah, bahasa, pembukuan,perbengkelan, ekonomi rumah tangga, pemasaran, produksi pertanian, dan sastra Inggris.
  4. Belajar dalam pekerjaan. Pekerjaan di bidang kejuruan memberikan anda pengalaman dan pengetahuan praktis setiap hari.

B. Keterampilan Usaha :

Seorang wirausaha membutuhkan banyak keterampilan untuk dapat menjalankan bisnis dengan sukses. Kemampuan yang baik dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan membuktikan kemampuannya tersebut dalam menjalankan sebuah bisnis menunjukkan tingkat keterampilan yang diperoleh oleh seorang wirausaha.

Keterampilan-keterampilan ini berbeda-beda antara satu bisnis dengan bisnis yang lain, karena setiap usaha memang berbeda. Tentu saja, setiap bisnis akan membutuhkan beberapa pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperlukan untuk bisnis itu sendiri. Meskipun demikian, terdapat keterampilan-keterampilan umum dan pengetahuan yang bersifat umum bagi kebanyakan bisnis. Beberapa keterampilan dan pengetahuan umum tersebut, meliputi :

  1. Mengembangkan sebuah rencana bisnis. Ini merupakan sebuah proposal yang menggambarkan bisnis anda dan berlaku sebagai sebuah panduan untuk mengelola bisnis anda. Seringkali, rencana bisnis menjadi penting ketika anda perlu meminjam uang atau ketika anda ingin agar orang-orang menanamkan modalnya dalam usaha anda.
  2. Memperoleh bantuan teknis. Memperoleh bantuan dari orang-orang yang berpengalaman dan lembaga-lembaga khusus dapat memberikan pengetahuan tambahan dan keterampilan untuk mengambil keputusan bagi para wirausaha.
  3. Memilih jenis kepemilikan. Bagaimana sebuah bisnis dibangun secara legal tergantung pada bagaimana bisnis tersebut dimiliki. Apabila satu orang memiliki bisnis tersebut, maka bisnis tersebut merupakan bisnis kepemilikan tunggal. Apabila terdapat lebih dari satu orang yang mengambil bagian dalam kepemilikankepengurusan bisnis tersebut, maka bisnis tersebut merupakankemitraan. Sebuah korporasi diatur oleh negara dan beroperasi sebagai entitas legal yang terpisah dari para pemiliknya.
  4. Merencanakan strategi pasar. Hal ini merupakan alat bisnis untuk membantu merencanakan semua kegiatan yang terlibat dalam pertukaran barang dan jasa antara produsen dan konsumen.
  5. Lokasi Bisnis. Hal ini merupakan sebuah keputusan yang penting yang dapat “membangun” atau “menghancurkan” sebuah bisnis baru. Pemilik usaha kecil harus memilih lokasi yang “tepat” untuk bisnisnya.
  6. Membiayai bisnis. Penting untuk mengetahui ke mana harus meminjam uang yang dibutuhkan untuk memulai bisnis anda dan membuatnya tetap berjalan.
  7. Menangani isu-isu hukum. Wirausaha berhadapan dengan berbagai pertanyaan hukum. la perlu mengetahui kapan ia harus mencari nasehat dan kemana ia harus mencari nasehat hokum tersebut.
  8. Mentaati peraturan pemerintah. Peraturan pemerintah ada untuk melindungi semua orang yang terlibat di dalam bisnis (warga yang ingin bekerja untuk bisnis tersebut, konsumen, pemilik bisnis, dan bahkan lingkungan). Peraturan-peraturan mengenai pengoperasian usaha-usaha kecil dibuat di tingkat Negara (nasional), propinsi, kabupaten/kota, dan lokal.
  9. Mengelola sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan evaluasi seluruh kegiatan yang langsung melibatkan pegawai dan mendorong produktifitas mereka.
  10. Mempromosikan bisnis. Tujuan promosi adalah menginformasikan kepada konsumen tentang barang dan jasa yang diproduksi, untuk membantu mereka membuat keputusan pembelian yang baik.
  11. Mengelola upaya penjualan. Sangat penting untuk menggunakan prinsip-prinsip penjualan yang baik untuk menarik pelanggan baru serta untuk terus melayani pelanggan lama. Jika sebuah perusahaan tidak dapat menjual barang atau jasanya, perusahaan tersebut tidak akan menghasilkan laba dan bisnis tersebut akan gagal.
  12. Mengelola keuangan. Hal ini dibutuhkan sebuah usaha yang ingin berkembang dan menghasilkan laba. Tugas-tugas manajemen keuangan mencakup membaca dan menganalisis laporan-laporan keuangan dan kemudian menggunakan informasi ini untuk menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan tersebut. Laporan keuangan memberikan informasi yang dibutuhkan untuk menyusun rencana dan mengambiltindakan korektif yang diperlukan.
  13. Mengelola kredit pelanggan dan penagihannya. Pemilik usaha kecil sering kali harus memberikan kredit kepada pelanggan agar mereka tidak pindah ke perusahaan lain. Pada saat yang bersamaan, mereka harus menghindari pinjamanpinjaman yang melewati tenggat waktunya yang dapat membuat modal mandeg dan meningkatkan biaya penagihan. Kredit pelanggan diberikan kepada orang-orang yang latar belakangnya dalam pembayaran utang sudah diperiksa. Penagihan mengacu pada metode atau jadwal yang digunakan untuk pembayaran.
  14. Perlindungan bisnis. Penting untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang dihadapi oleh wirausaha karena kejahatan bisnis atau kehilangan hak milik. Selain itu, tindakan berjaga-jaga seperti membeli asuransi harus diambil, sehingga sebuah perusahaankecil dapat mengurangi kerugiannya karena risiko-risiko.

Usaha kecil merupakan usaha paling mudah dijumpai disekitar tempat tinggal kita maupun lingkungan sekolah dan lingkungan kerja kita. Bagi seorang wirausaha pemula, terdapat tiga cara yang lazim digunakan oleh mereka, sebelum memulai bisnis baru sebagai pewirausaha, meliputi :

  1. Mengambil alih usaha keluarga, biasanya dilakukan oleh anak maupun orang kepercayaan dalam keluarga.
  2. Membeli usaha yang telah ada dengan melihat prospek usaha yang telah dimasuki.
  3. Menciptakan bisnis sendiri.

Salah satu faktor pendorong kenapa seseorang suka untuk berwirausaha adalah dikarenakan bentuk usaha wirausaha mampu memberikan kepuasan pribadi bagi pemiliknya untuk mengelola bisnis sendiri. Pemilik dapat menurahkan segala kemampuan untuk mengambil keputusan bisnis tanpa harus berkoordinasi dengan orang lain. Manfaat lainnya adalah peningkatan penghasilan secara luarbiasa bagi mereka yang sukses dalam menjalani bisnis wirausaha.

Terdapat konsekuensi yang harus ditanggung oleh seorang wirausaha manakala memutuskan dirinya untuk terjun dalam bisnis baru, diantaranya diperlukan biaya maupun modal yang besar, dimana biaya serta modal besar yang dikeluarkan diawal investasi bisa hilang jika perusahaan tidak berkembang dan terus merugi. Usaha kecil cenderung memiliki penghasilan yang tidak teratur, bahkan pada masa-masa awal bisa sama sekali tidak mendapatkan keuntungan.

C. 5 (lima) Kiat Berbisnis Salon Secara Mandiri :

banner_salon

Pelanggan umumnya ingin dilayani oleh tenaga yang punya kompetensi.

KOMPAS.com – Bisnis salon sangat emosional, kata Rudy Hadisuwarno (62), penata rambut ternama dan pemilik Salon Rudy Hadisuwarno. Karenanya, saat memutuskan mengelola bisnis salon mandiri, Anda harus menjalankannya sepenuh hati. Pemilik salon juga wajib memiliki keterampilan dan memahami seluk beluk dunia salon, termasuk menguasai teknik tata rambut. Bermodalkan keterampilan, penguasaan bidang serta manajemen bisnis yang baik, salon akan bertahan dan mampu bersaing.

1. Mau belajar dan melek tren terkini

  • Pengetahuan dan keterampilan mengenai tata rambut wajib dimiliki pemilik salon. Karenanya ia harus mau belajar, bahkan jika perlu bersekolah khusus tata rambut, tata rias wajah, dan berbagai keterampilan terkait lainnya.
  • “Pemilik salon mandiri harus belajar mengenai tata rambut. Kecuali jika ingin membuka salonfranchise, pemilik tak harus belajar tata rambut secara khusus. Namun pemilik yang memiliki keterampilan dan pengetahuan, ia bisa mengatasi berbagai masalah di salon. Kalau buka salon mandiri, pemiliknya harus belajar, memahami dan menjiwai apa yang dijualnya,” jelas Rudy saat ditemui Kompas Female di Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (18/6/2011) lalu.
  • Pemilik salon harus haus ilmu. Belajar dan bersekolah untuk menguasai bidang kecantikan, mulai tata rambut, tata rias wajah, apapun yang berkaitan dengan salon akan menunjang bisnis. “Belajar ke luar negeri untuk perbandingan juga perlu,” jelas Rudy, merekomendasi sekolah hairstylist di London, Tokyo, dan Korea sebagai tempat menggali wawasan untuk pemilik salon mandiri.
  • Pemilik perlu selalu mengikuti perkembangan tren. “Sekolah fashion tak ada habisnya, harus terus belajar, harus terus update. Seringkali salon ngetop tetapi 10 tahun kemudian hilang karena pemiliknya tidak update, pemiliknya merasa nyaman dengan comfort zone karena merasa salonnya sudah terkenal,” lanjut Rudy.

2. Fokus, namun mulai dengan salon keluarga

  • Pemilik salon mandiri perlu fokus jika ingin berhasil membangun bisnis. Namun sebagai langkah awal, mulailah membuka salon keluarga, dengan semua segmen bisa dipenuhi kebutuhannya.
  • “Membuka family salon pada tahap awal penting untuk mengenal Anda cocok dengan tipe salon seperti apa. Kalau sudah berjalan, Anda bisa menyeleksi ingin fokus ke segmen mana. Salon untuk anak muda, ibu-ibu, anak-anak atau salon pria,” jelas Rudy.
  • Nah, pada tipe salon tertentu membutuhkan pengetahuan ekstra. Misalnya salon khusus anak-anak, Anda perlu belajar psikologi untuk memperlakukan anak saat memberikan jasa layanan salon Anda.

3. Jalankan dengan sepenuh hati, tanamkan rasa menghargai

  • Selain bekal ilmu mengenai bisnis salon dan berbagai keterampilan di bidang kecantikan, pemilik juga perlu memunculkan rasa penghargaan dari karyawan. “Bisnis salon sangat emosional, sensitif, menjalankannya harus pakai hati. Jika tidak karyawan tidak menghargai pemiliknya. Karenanya pemilik juga perlu memahami seluk beluk bisnis salon, dan memiliki keterampilan di salon agar karyawan menghargai pemiliknya,” jelas Rudy.
  • Ketidakpahaman pemilik mengenai bisnis salon, minimnya perhatian dan hubungan yang tak hangat dengan karyawan, juga turut menentukan keberhasilan bisnis salon. Menurut Rudy, menjalankan bisnis salon harus menggunakan perasaan. Kalau gonta-ganti karyawan terus menerus, salon juga tidak jelas keberadaannya, bisnis cenderung tak berhasil. Penata rambut yang terus berganti membuat pelanggan tak nyaman, karena harus berganti penata rambut yang merasa sudah cocok dengannya. Pelanggan menjadi tak loyal dengan salon yang tak dikelola dengan sepenuh hati.

4. Siap mental, tingkatkan wawasan

  • Kesiapan mental penting dimiliki pemilik bisnis salon. Terutama mental menghadapi pelanggan. Memang dibutuhkan pengalaman dan jam terbang untuk membangun mental baja menjalani bisnis, termasuk salon. Untuk menyiapkan mental, pemilik salon bisa belajar meningkatkan wawasan dan pengetahuan seputar berbisnis.
  • “Kesiapan menjalani bisnis memang butuh pengalaman, selain juga intuisi. Belajar dari buku bisnis atau belajar manajemen juga bisa menunjang. Jika ingin berbisnis salon perlu mempersenjatai diri dengan pengetahuan lain, seperti bisnis dan manajemen,” jelas Rudy yang berhasil menelorkan penata rambut sekaligus pengusaha ternama seperti Jacky Timurtius dan Sugi Martono dari Rudy Hadisuwarno School.

5. Gaet segmen terdekat

  • Promosi menjadi penting jika ingin memulai bisnis salon. Buat saja selebaran untuk memulai usaha, dengan menyasar segmen di lingkungan terdekat Anda. Lakukan cara sederhana untuk memulai bisnis salon mandiri, terutama dalam hal berpromosi. Gaet segmen dari lingkungan terdekat. Perlahan tapi pasti, saat pelayanan memuaskan dan nama salon Anda semakin dikenal, bisnis akan berkembang lebih luas.
Penulis :
Wardah Fazriyati
Advertisements

Apakah Anda Memiliki Mental Entrepreneur?

Gambar

Entrepreneur menjadi tren baru bagi kaum muda yang akan menjadi pelopor dalam melaksanakan upayanya sebagai pebisnis yang mampu melahirkan ide (gagasan), kreativitas, melihat peluang, membangun strategi dsb. Anda juga mungkin merupakan sebagai salah satu dari orang-orang yang ingin mencoba membuka bisnis sendiri. Mungkin Anda telah melakukan banyak penelitian dan membaca banyak buku tentang Entrepreneur, dan merasa yakin bahwa menjadi seorang entrepreneur merupakan hal yang paling tepat untuk Anda.

Jangan dulu begitu yakin.

Sebelum Anda benar-benar mengetahui segala sesuatu tentang entrepreneur, Anda harus mempertimbangkan beberapa hal seperti berikut :

1.  Anda masih menghabiskan waktu untuk “Me-Time”

Untuk menjadi seorang Entrepreneur, Anda harus siap meninggalkan segala kegiatan yang tidak berhubungan dengan usaha membangun bisnis Anda. Tidak akan ada lagi waktu untuk Anda melakukan hal-hal yang tidak penting dan tidak berhubungan, menghabiskan waktu untuk kepentingan diri Anda pribadi. Anda harus fokus dan menggunakan waktu Anda sebaik mungkin untuk memikirkan cara menghasilkan uang. Jika Anda tidak mampu melakukannya, Anda belum siap menjadi seorang entrepreneur.

2. Anda menghabiskan waktu menghayal tentang kantor Anda

Semua orang yang memulai bisnis nya sendiri pasti menginginkan ruang kantor yang lebih besar, sebagai pemiliknya. Memang Anda pantas untuk itu, tapi kantor yang besar hanya sesuai dengan brand dan bisnis yang besar pula. Jika Anda ingin membuka sebuah restoran, orang-orang tidak akan melihat ruang kantor Anda, sehingga tidak akan bijak untuk mengahbiskan banyak biaya untuk membuat kantor Anda tampak wah.

3. Anda tidak mau melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar

Jika Anda menjadi seorang entrepreneur, Anda mungkin berpikir untuk mempekerjakan orang lain. Itu memang benar, tapi apakah Anda juga menjadi enggan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, atau pekerjaan ringan lainnya? Mungkin Anda berpikir bahwa membuang sampah bisa dilakukan oleh orang bayaran Anda, dan Anda harus fokus pada pekerjaan yang lebih penting? Jika hal itu membuat Anda enggan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, maka Anda tidak memiliki jiwa entrepreneur. Seorang entrepreneur mau untuk bekerja keras dan apapun itu jenis pekerjaanya yang dapat menguntungkan dan tidak merugikan bisnis yang ia jalankan.

4. Anda merasa lebih produktif dengan barang-barang baru

Saat menjadi seorang entrepreneur, apakah Anda terdorong untuk membeli gadget-gadget baru? Apakah Anda merasa bahwa Anda membutuhkan barang-barang baru? Ataukah barang-barang baru itu hanya untuk memuaskan ego Anda? Pikirkanlah baik-baik tentang pengeluaran yang Anda lakukan, karena seberapa kecil pun pengeluaran itu, akan sangat berdampak pada bisnis yang Anda jalankan. Apakah Anda memang membutuhkannya?

 5.  Anda masih marah dengan pemotongan biaya

Jika Anda masih tidak bisa mengatasi pemotongan biaya, dan sumber daya yang terbatas, dan masih kesal akan pemotongan biaya, Anda tidak memiliki jiwa entrepreneur. Seorang entrepreneur dapat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaannya.

6.  Anda tidak dapat membagi kehidupan pribadi dan pekerjaan

Jika Anda tidak dapat membagi kehidupan pribadi Anda dengan pekerjaan Anda, dan Anda merasa bahwa Anda terlalu keras bekerja, maka Anda tidak memiliki jiwa entrepreneur. Seorang entrepreneur akan menikmati pekerjaanya sebagai bagian dari hidupnya. Ia tidak akan merasa tersiksa degnan pekerjaannya, karena tidak bisa dipungkiri bahwa pekerjaan sebagai entrepreneur akan lebih berat, karena seluru tanggung jawab ada di beban Anda.

7.  Anda tidak rela membayar sebuah “harga”

Ketika menjalankan bisnis Anda, Anda pun wajib untuk membayar “harga” setiap hari, sama halnya ketika Anda bekerja untuk orang lain. Anda tidak dapat terlepas dari membayar sesuatu dengan uang atau kerja keras, karena hal itu merupakan kewajiban Anda. Sebagai pemilik bisnis, Anda mendapat hak di hari ini untuk bertahan dalam bisnis Anda besok. Dan hak itu diperoleh dari kepuasan konsumen terhadap bisnis yang Anda jalankan dan produk yang Anda jual. Konsumen lah yang menentukan apakah bisnis Anda layak bertahan atau tidak.

Posted 18 April 2012 by 

Proposal Usaha Salon & SPA

Perlu Kita ketahui terlebih dahulu perbedaan Business Plan dan Business Proposal, karena hal ini merupakan dua jenis dokumen bisnis yang sangat berbeda, masing-masing dokumen untuk melayani tujuan yang berbeda. Dan pastikan bahwa Kita menggunakan jenis yang tepat dalam menggunakan dokumen tersebut, sebagaimana menurut June Champbell.

Business Plan

Merupakan sebuah dokumen rencana bisnis yang menjelaskan secara rinci bagaimana bisnis yang akan kita atur. Rencana bisnis mencakup struktur bisnis, produk dan jasa, penelitian dan pemasaran strategi pasar, dan anggaran lengkap dan proyeksi keuangan sampai lima tahun. Kedua startups dan bisnis yang ada membutuhkan rencana bisnis. Sebetulnya mengembangkan dokumen ini membutuhkan banyak penelitian dan nomor-berderak.

Business Proposal

Sedangkan sebuah proposal bisnis adalah merupakan dokumen yang Kita kirimkan ke perusahaan lain untuk mengusulkan perjanjian bisnis.

Sekilas Tentang Proposal Usaha Salon & SPA Kecantikan

Proposal Usaha Salon & SPA Kecantikan adalah catatan yang diisi perihal penawaran atau penjualan yang mempunyai tujuan saat menjelaskan pada pembaca hingga mendapat satu tujuan yang lebih lengkap serta selanjutnya didapatkan persamaan visi serta misi ataupun tujuan. Proposal Usaha Salon & SPA Kecantikan juga merupakan suatu surat bukti untuk meminta suatu bantuan baik berupa uang atau pun barang untuk suatu usaha yang bersifat umum. Contoh proposal ini biasanya di tujukan kepada setiap perusahaan atau kepada pemerintahan agar bisa membantu sebuah usaha agar bisa berjalan dengan lancar.

spa salon kecantikan

Contoh proposal yang disampaikan kepada para investor, tentu calon pemberi modal atau sponsor tidak akan begitu saja percaya dengan kita, kecuali kalau teman dekat atau punya hubungan keluarga meskipun masih kadang-kadang ada keraguan. Maka dari itu perlunya sebuah proposal yang bagus yang dapat menjelaskan bagaimana suatu usaha dapat berjalan, bagaimana propeknya, bagaimana keuntungannya, bagaimana resikonya dan tentunya yang terakhir adalah berapa dana yang dibutuhkan untuk memulai.

Membuat proposal usaha berarti merencanakan kesuksesan sejak dini. Dengan membuat proposal usaha kecil, yang dianggap sebagai bisnis rumahan maka punya peluang berkembang pesat. Internet telah menyediakan semuanya untuk anda yang baru memulai usaha dengan modal kecil. Untuk membuat proposal usaha kecil tidak sulit karena contohnya telah tersedia di internet.  Anda tinggal download Contoh Proposal Usaha Salon & SPA Kecantikan. Kreativitas anda diperlukan untuk membuat strategi ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Modifikasi mutlak harus dilakukan agar usaha anda memiliki nilai lebih dari yang lain. Hal nyata yang membedakan usaha yang akan anda bangun tersebut dengan usaha yang lain adalah bisa berbentuk lokasi usaha, pemakaian teknologi yang pas, dan ide yang belum pernah ada dan jarang selama ini. Hal inilah yang perlunya dituangkan dalam suatu proposal usaha yang akan anda buat tersebut.

Oleh karena itu, sebuah proposal harus berisikan rencana usaha anda secara lengkap. Dalam hal pembuatan proposal usaha setidaknya ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, yaitu alasan pemilihan bidang usaha. Alasan itu dapat anda tuangkan pada bagian pendahuluan atau latar belakang permasalahan, bentuk usaha yang ingin dikembangkan dan cara pemasaran, serta rincian biaya yang dibutuhkan. Kalau diperlukan panduan untuk pembuatan Proposal Usaha Salon & SPA secara detail, dapat klik disini? 

Bisnis Plan Usaha Salon & SPA

Cara Membuat Bisnis Plan Usaha Salon Kecantikan Beserta Rincian Modal

Pada rubrik bisnis kali ini, saya akan menyampaikan proposal usaha salon kecantikan dan juga disertai ulasan lengkap mengenai prospek dan permodalannya.

Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum membuka salon adalah :

  • Cari tempat yang strategis
    Kunci dari semua bisnis adalah 3L = Lokasi, lokasi, lokasi. Tanpa lokasi yang stragtegis, sebaiknya anda tunda dulu bisnis salon Anda. Matangkan dalam pencarian lokasi sebelum membuka usaha
  • Perijinan Legalitas
    Pastikan mendapatkan perijinan lengkap demi kelancaran usaha. Kelengkapan ijin dari awal akan sangat membantu jika kelak usaha Anda tumbuh besar.
  • Sediakan Modal yang cukup.
    Mulai dari modal awal, modal bahan, dan modal operasional. Lebih detailnya akan saya bahas dibagian bawah dari artikel ini.
  • Tenaga ahli.
    Salon adalah usaha jasa, jadi keahlian tenaga kerja Anda adalah hal yang sangat vital. Kadang ada pelanggan yang sangat setia dengan tukang potongnya, bukan pada salonnya. Karenanya, semakin bagus tenaga ahli yang Anda miliki, peluang sukses akan besar.
  • Pemasaran
    Pemasaran yang unik dan menarik akan mendatangkan pelanggan di awal usaha Anda. Pastikan rencanakan pemasaran dengan sangat baik

Modal Usaha Salon Kecantikan

Kursi salon khusus 3 unit @ Rp 2,500,000,-
Pemanas rambut jika diperlukan 1 unit @ Rp 2.000.000,-
Hairdryer 3 unit @ Rp 250.000,-
Dipan tempat facial 2 unit @ Rp 2.000.000,-
Meja dan pancuran cuci rambut 2 unit @ Rp 1.500.000,-
Cermin besar 3 unit @ Rp 1.000.000,-
Troley peralatan salon 1 unit @ Rp 1.000.000,-
Lemari etalase kaca 1 unit @ Rp 2.750.000,-
Peralatan salon berupa sisir, set manicure-pedicure, gunting, handuk 1 unit @ Rp  2.000.000,-

Estimasi Biaya Usaha Bulanan

Pembelian bahan bulanan Rp. 3.000.000
Listrik Air Telepon Rp. 3.000.000
Gaji Rp. 1.000.000
Biaya Promosi Rp. 1.000.000
Biaya Tak Terduga Rp. 500.000

Estimasi Pendapatan Per Bulan

Charge per pelanggan datang adalah Rp. 50.000
Estimasi 300 orang per bulan

Estimasi Laba Rugi Bersih Tahun Pertama

Pendapatan 180jt
Biaya Bahan 36jt
Biaya Usaha 59jt
Laba Bersih 49jt tes tes1

Jika tahun pertama berhasil membukukan laba, kemungkinan besar tahun berikutnya akan berlipat keuntungannya, asalkan pelanggan terus dijaga dan dimanjakan.

Rencana Bisnis (Business Plan), meliputi :
A. Dasar Pemikiran
B. Maksud dan Tujuan
C. Aspek Produksi/Usaha/Teknis
D. Aspek Pasar dan Pemasaran
E. Aspek Sumber Daya Manusia
F. Aspek Keuangan
A.Dasar Pemikiran
Berbusana muslimah saat ini sudah menjadi tren. Namun, tak hanya sampai difesyen saja. wanita-wanita muslimah sekarang pun juga tak kalah ingin cantik denganperawatan wajah dan kulit ala salon. Tampil cantik dan sehat dengan memanfaatkan fasilitas perawatan salon pasti ingin didapatkan oleh semua kaum wanita, takterkecuali wanita muslimah. Belum lagi aktivitas yang padat dan tuntutan peran yang tinggi, menyebabkan para muslimah perlu meluangkan waktu sejenak untuk rileks danmenyegarkan pikiran. Dengan tubuh dan pikiran yang fresh, aktivitas sehari-harimenjadi lebih indah dan bermakna.Itulah mengapa pergi ke salon untuk perawatan kini menjadi kebutuhan dasar bagi setiap muslimah. Untuk mendapatkan tempat yang nyaman dan dapat menjagaprivasi menjadi syarat penting bagi muslimah yang ingin mendapatkan pelayanan disebuah salon. Secara lahiriah, wanita selalu ingin tampil cantik. Beragam cara yang bisa ditempuh untuk itu, salah satunya dengan menggunakan layanan salon
kecantikan. Merasakan cantik yang maksimal dari sekadar perawatan biasa merupakan dambaan kaum hawa yang melakukan perawatan di salon. Pasalnya,salon dipercaya memiliki tenaga terampil, bahan-bahan nan lengkap serta fasilitasyang memadai untuk tujuan itu
B.Maksud dan Tujuan
Kebutuhan untuk cantik dengan wajah dan kulit yang terawat sudah pastidiinginkan semua wanita. Namun, tak semua salon mampu memenuhi kebutuhan perawatan yang diinginkan kaum muslimah. Keinginan untuk mendapat perawatan kecantikan dalam situasi yang nyaman tanpa berbaur dengan kaum pria menjadi halpenting bagi kaum muslimah sesuai dengan keyakinan mereka. Peluang inilah yangdilihat menjadi dasar untuk berbisnis menjadi salon muslimah. Salon yang berkonsep syari’ah, mengkombinasikan kecerdasan spiritual, emosional dan ketrampilan dalammelayani serta mutu pelayanan berkwalitas bagus dengan harga yang murah,ditujukan untuk merawat rambut, kecantikan & spa para muslimah khususnya danwanita pada umumnya.
C.Produk Bisnis/Usaha
Latar belakang Usaha dan Sejarah
Kebutuhan untuk cantik dengan wajah dan kulit yang terawat sudah pasti diinginkan semua wanita. Termasuk penulis, namun tak semua salon mampu memenuhi kebutuhan perawatan yang diinginkan kaum muslimah. Demikian juga banyak dari teman-teman penulis yang yang menginginkan kenyamanan keinginanuntuk mendapat perawatan kecantikan dalam situasi yang nyaman tanpa berbaur dengan kaum pria menjadi hal penting bagi kaum muslimah sesuai dengan keyakinan mereka. Saya kerap mendengar keluhan para wanita yang kesulitan mencari salonkhusus muslimah. Apalagi untuk daerah tempat tinggal saya, yaitu di Pamulang, salon muslimah masih jarang.Dengan berdasarkan hal tersebut maka penulis semakin yakin bahwa peluangbisinis salon muslimah sangat menjanjikan. Apalagi ditambah dengan jumlahpenduduk di Pamulang sebagian besar adalah beragama Islam.
Kompetitor
Bisnis salon memang sudah menjamur di mana-mana. Namun, salon yang khususmenyasar kaum muslimah muslim berkerudung terbilang masih sedikit. Untuk wilayahkota Pamulang, kota penulis bertempat tinggal, sampai dengan saat ini salonmuslimah masih jarang, padahal permintaan salon khusus seperti ini masih sangatbesar. Sehingga pesaing utama adalah salon-salon biasa pada umumnya. Dan, ini yg membuat bisnis salon tersebut cukup menjanjikan. Usaha ini punya prospek cerah.
Keunggulan
Di salon muslimah, kebutuhan mereka terakomodasi. Jika di salon umum segan membuka kerudung atau jilbab misalnya, maka di salon muslimah bisa menikmatilayanan dengan nyamannya. Pasalnya, selain tenaga kerja di salon muslimah adalahkaum wanita, pun pria tak diperkenankan memasuki ruang layanan / perawatan. Jika kebutuhan privasi sudah terpenuhi, maka urusan selanjutnya adalah treatment yangditawarkan. Namun, salon muslimah yang umumnya dijumpai tak semuanya bisa memberikan pelayanan komplit, fasilitas lengkap serta dukungan tenaga terampil.Inilah peluang yang dilirik pengusaha salon muslimah. Yakni dengan menyediakan perawatan seperti pada salon umumnya namun dengan benar-benar memperhatikan kenyaman kaum muslimah sebagai pelanggannya.Bagi yang menjadi anggota/member akan mendapatkan potongan harga, biayauntuk menjadi anggota adalah Rp. 100.000, dan bisa diperpanjang setiap tahunnya.Harga yang ditawarkan cukup kompetitif jika dibandingkan dengan harga yangditawarkan dipasaran. Di bawah ini adalah daftar harga layanan yang diberikan:
DAFTAR HARGA PERAWATAN
“Windra’s Salon”

Perawatan Wajah Normal Member
Facial Vitaly Mask / Jala 50,000 45,000
Facial Miracle Mask / Topeng 57,500 51,750
Facial Gingseng / Green Tea Mask 67,500 60,750
Facial Lumpur Laut Mati 57,500 51,750
Facial Virgin Coconut Oil (VCO) 45,000 40,500
Facial Sariayu 40,000 36,000
Facial Biokos 52,500 47,250
Facial Biokos Anti – Wrinkle 57,500 51,750
Facial Latulip 52,500 47,250
Facial Ristra 52,500 47,250
Perawatan Rambut Normal Member

D.Pasar dan Pemasaran

Sasaran pasar yang dibidik adalah para perempuan mulismah dari berbagaimacam kalangan dan usia. Pelanggan yang diharapkan terbesar adalah datang darisekitar lokasi usaha. Pelanggan yang diharapkan datang pada salon ini terdiri dari tigakelompok besar, yaitu :
-Wanita mulismah dewasa, yang merupakan ibu-ibu muda dan karyawan-karyawanwanita yang berada di sekitar lokasi. Ciri spesifik dari pelanggan golongan iniadalah mereka mementingkan kualitas dan image, dengan unsur-unsur kualitas yang diinginkan terutama adalah : kerapihan, profesionalitas, kerapihan, danpelayanan.
-Wanita muslimah muda, yang merupakan mahasiswa-mahasiswa wanita darisekolah tinggi dan akademi-akademi yang berada di sekitar lokasi. Ciri spesifik daripelanggan golongan ini adalah mereka mementingkan kecepatan dari pelayananyang diberikan, dengan unsur-unsur kualitas yang diinginkan terutama adalah : kecepatan, kesantaian/ rileks, dan kesupelan.
-Remaja wanita, yang merupakan siswa-siswa wanita yang berasal dari sekolah-sekolah menengah SMU/SMP yang berada di sekitar lokasi usaha. Ciri spesifikdari pelanggan golongan ini adalah mereka mementingkan trend yang berubah-ubah setiap saat, dengan unsur-unsur kualitas yang terutama adalah : penguasaanakan trend yang tidak ketinggalan.
Promosi sangat penting di dalam salon, karena orang akan tahu/mengenal, mencoba apabila puas, akan datang kembali. Adapun strategi pemasaran yang dilakukan adalah dengan dengan melakukan promosi yang efektif untuk menarik pengunjung antara lain menetapkan tarif yang kompetitif, adanya variasi jasapelayanan seperti rias pengantin, persewaan gaun pengantin, melayani panggilan kerumah, dan sebagainya. Selain itu juga aktif memperkenalkan melalui forum pengajian,arisan, menyebar brosur pada acara-acara keagamaan, tempel di kampus-kampus,masjid, memasang spanduk, dan lain-lain. Dan juga memanfaatkan internet dengan membuka blog.
E.Sumber Daya Manusia untuk Bisnis Salon
Usaha salon yang akan dibentuk ini, karena merupakan usaha kecil masih membutuhkan sedikit tenaga kerja dan dengan manajemen personalia yangsederhana. Orang-orang yang berperan dalam usaha ini adalah sebagai berikut :
1.Pemilik.
2.Kepala salon, bertugas :
 Membuat manajemen salon yang efektif dan efisien
 Mengawasi dan mengontrol seluruh karyawan dan memacu prestasi mereka
3.Staf Keuangan, bertugas :
 Membuat laporan penghasilan harian.
 Menerima setoran dari kasir dan menyimpannya
 Mengatur pengeluaran dan membuat laporannya.
4.Kepala Hair Stylist, bertugas :
 Menangani langganan yang membutuhkan pelayanan dengan keahlian khusus,misalnya menggunting rambut, mengkriting, mengecat rambut, dan lain-lain.
 Mengawasi pekerjaan para pegawai salon.
 Mengontrol stok dan menangani pembelian bahan-bahan salon dan peralatansalon yang kurang/telah habis
5.Hair Stylist senior, bertugas :
Menangani langganan yang membutuhkan pelayanan dengan keahlian khusus.
6.Karyawan salon, bertugas :
Menangani pelanggan yang tidak membutuhkan pelayanan dengan keahliankhusus, misalnya mancuci rambut, blow sederhana, creambath, dll.
F.Keuangan
1)Sumber dan Alokasi Modal
Modal atau sumber dana berasal dari dana sendiri sebesar Rp.100.000.000,00. Dana tersebut digunakan untuk rangkaian pekerjaan sebagai berikut :
1.Penyiapan dana dan rencana bisnis
2.Renovasi/perbaikan dan pembuatan interior salon
3.Penyediaan peralatan meubel salon.
4.Pencarian tenaga kerja baik yang telatih maupun tidak terlatih
5.Penyediaan peralatan dan bahan-bahan salon.
6.Pemasaran di berbagai media promosi, baik spanduk, brosur-brosur, programdiscount, media radio, surat kabar, dll
7.Pembukaan, operasional dan pelayanan yang terbaik.
Secara rinci perkiraan penggunaan dana investasi tersebut adalah sebagai berikut :
PERENCANAAN INVESTASI
“Windra’s Salon”

PEKERJAAN BIAYA
1. Penyiapan dana dan rencana bisnis. Rp.1.500.000,00
2. Biaya sewa 3 tahun (@ Rp. 9.000.000,00) Rp.27.000,00
 3. Renovasi/ perbaikan dan pembuatan interior salon. Rp. 12.000.000,00
 4. Penyediaan peralatan meubel salon. Rp. 10.000,00
 5. Penyediaan peralatan operasional salon. Rp. 9.000.000,00
 6. Penyediaan bahan-bahan salon. Rp. 5.000.000,00
 7. Pencarian tenaga kerja Rp. 1.000.000,00
 8. Pemasaran di berbagai media promosi. Rp. 3.500.000,00
9. Pembukaan dan operasional Rp. 1.000.000,00
TOTAL Rp. 70.000.000,0

2)Daftar Kebutuhan Barang Modal Bisnis Salon

Dari penggunaan dana di atas yang termasuk barang modal adalah interior salon,peralatan meubel salon, peralatan operasional salon, dan bahan-bahan salon.Secara rinci barang-barang modal yang dibutuhkan adalah :

 a. Interior salon, dengan perician sebagai berikut :  
– Pengecatan tembok dan penyediaan partisi-partisi
– Hiasan-hiasan dinding-Lemari dinding
– Persediaan air (air panas dan air dingin)
– Lampu-lampu biasa dan lampu hias.
b. Peralatan meubel salon :
– Meja pajangan dan kasir 1 set
– Komputer 1 set
– Meubel untuk kantor (meja dan kursi) 1 set

3)Perkiraan biaya tetap untuk satu bulan adalah :
1. Biaya listrik, air, telepon, dan restibusi Rp. 500.000,00
2. Biaya gaji Rp. 4.600.000,00
3. Biaya penggantian peralatan Rp. 100.000,00
4. Biaya pemasaran Rp. 100.000,00
Total biaya tetap per bulan Rp. 5.300.000,00
(Berarti total biaya pertahun adalah Rp. 5.300.000,00 x 12 = Rp. 63.600.000,00)
4)Estimasi Pendapatan Per Bulan
Charge per pelanggan datang adalah Rp. 75.000,00. Estimasi 300 orang per bulan.Laba per bulan = Rp. 75.000,00 x 300 orang = Rp. 22.500.000,00 (Berarti 1 tahun =Rp. 270.000.00,00)
5)Estimasi Laba Rugi Bersih Tahun Pertama
Pendapatan 270 jt
Biaya Bahan 70 jt
Biaya Usaha 63,6jt
Laba Bersih 136,4 jt
Jika tahun pertama berhasil membukukan laba, kemungkinan besar tahunberikutnya akan berlipat keuntungannya, dengan catatan pelanggan terus dijagadan dimanjakan

Salon Reporting

Financial Statement

Laporan keuangan (financial statement) bagi usaha salon merupakan suatu yang harus ada, walaupun hanya merupakan usaha jasa perseorangan yang masih tergolong dalam kelompok UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menegah). Terdapat Standarisasi Akuntansi Keuangan – Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAB) bagi UMKM yang telah disosialisasikan oleh Pemerintah sejak tahun 2011. Jelasnya klik disini